Latar Belakang

PRAKARSA JARINGAN CERDAS INDONESIA adalah suatu perkumpulan berbentuk badan hukum yang telah mendapat ijin prinsip penggunaan nama tersebut melalui Keputusan Menteri KUMHAM tanggal 6 Juli 2015 No. 201507060121232323232502. Jaringan cerdas adalah suatu jaringan kelistrikan yang mengkolaborasi teknologi digital dan teknologi mutakhir lainnya dalam rangka mengawasi serta mengelola distribusi listrik dari segala sumber agar dapat memenuhi semua jenis kebutuhan listrik para pengguna. Untuk Negara kita, keberadaan jaringan cerdas sudah terasa dibutuhkan namun realisasinya masih jauh dari kenyataan. Meskipun jaringan cerdas bertumpu pada jaringan ketenagalistrikan yang dewasa ini secara mayoritas merupakan asset dan tanggung jawab PT. Perusahaan Listrik Negara (Persero), namun suatu jaringan cerdas yang menggabungkan kemajuan teknologi informasi dan telekomunikasi dengan jaringan ketenagalistrikan akan melibatkan pihak-pihak berkepentingan yang luas antara lain pemerintah sebagai regulator maupun sebagai pengguna, kalangan industry dan juga pengusaha maupun masyarakat yang membutuhkan pelayanan lebih baik dari PLN ataupun pemerintah.

Berangkat dari kepedulian banyak pihak atas kemajuan penerapan jaringan cerdas di Negara maju maupun Negara-negara tetangga kita maka para cendekiawan berbagai perguruan tinggi bersama dengan praktisi ketenagalistrikan berinisiatif untuk mendirikan suatu perkumpulan yang diberi nama “PRAKARSA JARINGAN CERDAS INDONESIA” yang bertujuan untuk menyiapkan pranata teknologi, regulasi, pendidikan dan kewirausahaan serta menyusun peta jalan dalam mewujudkan jaringan cerdas, yang merupakan prasarana terwujudnya Indonesia Cerdas. Sebagai sarana informasi dan komunikasi, PJCI telah memiliki situs web resmi: smartgridindonesia.com.

Dalam rangka menyambut 1st Anniversary Prakarsa Jaringan Cerdas Indonesia (PJCI), akan diselenggarakan Konferensi Nasional Smart Grid Indonesia dengan tema “Smart Grid sebagai Paradigma Terkini Pengelolaan Energi” tanggal 28-29 Juli 2016. Agenda pada hari pertama berupa pemaparan makalah dan pada hari kedua akan dilakukan kunjungan lapangan ke Baron Technopark, Gunung Kidul.

PJCI mengundang segenap pemangku kepentingan bidang EBT dan TIK mencakup pihak regulator/pemerintah, pelaku pasar dan industri (BUMN, swasta nasional, swasta Internasional), serta akademisi, dan peneliti (lembaga riset dan perguruan tinggi) untuk berpartisipasi sebagai peserta maupun pemakalah dalam sesi Pemaparan Makalah. Sesi ini diharapkan dapat sebagai forum tukar pikiran dan diskusi bagi segenap pemangku kepentingan untuk mempersiapkan aspek teknis dan non teknis dari penerapan konsep smart grid di Indonesia.

Setiap makalah yang diterima akan dipublikasikan dalam Prosiding Konferensi Nasional Smart Grid Indonesia “Smart Grid sebagai Paradigma Terkini Pengelolaan Energi” (ISSBN dalam proses) dan makalah-makalah terbaik akan diusulkan diperkaya dan dielaborasi untuk dimuat dalam Jurnal Nasional Teknik Elektro dan Teknologi Informasi <jnteti.te.ugm.ac.id>, terakreditasi DIKTI no. 2/E/KPT/2015.